05 Nov 2008 -
Usianya sudah 84 tahun, tapi ia masih terlihat kuat. Saat ditemui wartawan ia berpesan agar pria lain tdak mengikuti jejaknya.
Guru mengaji yang juga mantan guru sekolah ini menegaskan dirinya bisa hidup bersama puluhan istrinya itu berkat pertolongan Tuhan.
Bahkan ia mengaku tetap kuat melayani kebutuhan biologis seluruh istrinya. “Seorang laki-laki bisa dengan 10 istri bisa pingsan dan meninggal. Namun kekuatan saya adalah pemberian Allah. Itu sebabnya mengapa saya bisa melayani dan mengontrol mereka semua,” katanya.
Abubakar memang punya reputasi tinggi. Dia dihormati sebagai orang yang bisa menyembuhkan penyakit. Tak heran kalau mereka begitu mencintai pria uzur ini, bahkan rela menjadi istrinya.
“Merekalah yang datang pada saya,” beber Abubakar.
“Menurut pengertian saya, Al Quran tidak memberi batasan. Semuanya bergantung kekuatan, berkah dan kemampuan Anda,” ungkapnya. “Tuhan tidak menyebut hukuman terhadap pria yang mempunya lebih dari empat istri. Tapi ada hukuman untuk perzinahan.”
Abubakar memang sosok yang kontroversial. Banyak kalangan yang menganggap Abubakar seorang dukun sesat setelah dia mengaku mendapat wahyu. Dia juga mengaku mendapat banyak pengalaman soal menjaga istri banyak. “Dia dukun sesat,” kata Ustad Abubakar Siddique, imam masjid Kota Abudja.
Sebagian besar istri Aubakar berusia tak sampai seperempat usianya. Bahkan lebih muda dari anak-anaknya. Banyak dari para istri itu mengaku bertemu dengan Abubakar ketika sedang mencari pertolongan untuk menyembuhkan penyakit.
“Begitu bertemu dengannya, sakit kepala saya langsung hilang,” kata Sharifat Bello Abubakar. Perempuan itu baru berusia 25 tahun ketika bertemu pertamakali dengan Abubakar 12 tahun silam.
Istrinya yang lain, Ganiat, sudah menikah dengan pria yang biasa dipangggil Baba itu selama 20 tahun. Ganiat dilamar ketika masih duduk di bangku SD. Saat itu dia dibawa berkonsultasi pada Abubakar oleh ibunya dan Abubakar lantas melamarnya.
“Saya tidak mau menikah dengan orang ua. Namun dia mengatakan bahwa itu perintah Tuhan,” katanya. Ganiat kemudian menikah dengan pria lain namun akhirnya bercerai. Dia lantas kembali ke Abubakar. “Sekarang saya perempuan paling bahagia di bumi,” aku Ganiat.
Abubakar dan istrinya tidak pernah bekerja. Dia menolak mengatakan cara mendapatkan uang untuk membiayai keluarganya yang besar itu.
Sebagai contoh, setiap makan siang, mereka harus memasak tiga karung beras. Setiap karung beras berisi 12 Kg dan harganya 915 dolar AS (Rp8,5 juta).
“Semuanya berasal dari Tuhan,” jawab Abubakar pendek.
Penduduk Bida, desa di sebelah utara Nigeria tempat Abubakar tinggal, juta tak tahu cara Abubakar menghidupi keluarganya.
Menurut seorang istrinya, Abubakar kadang minta anak-anaknya, lebih dari 170 orang untuk mengemis 200 naira atau sekitar 1,69 dolar AS (Rp15.500). Jika ditotal mereka mendapatkan sekitar 290 dolar AS (Rp2,7 juta).
Sebagian besar istri Abubakar tinggal di rumah yang belum selesai di Bida, sisanya di rumah masingmasing di Lagos, ibukota perdagangan Nigeria.