05 Nov 2008 -
Metrotvnews.com, Jakarta : Komisi III DPR membantah memihak Polri karena pada rapat dengar pendapat (RDP) Kamis malam hingga Jumat dini hari tak mencecar Polri seperti halnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka berdalih sudah memberikan kesempatan yang sama kepada kedua lembaga hukum di Indonesia itu.
Dalam diskusi bertema Solusi kisruh KPK, polisi dan Century pascarekaman diperdengarkan, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (6/11), anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah mengaku memahami kekecewaan dan kemarahan wartawan. Tapi, Komisi III telah menekan dua institusi tersebut. "Kemarahan teman-teman kemarahan saya juga. Kami telah berikan pengawasan yang kuat," kata Fahri.
Fahri mengaku bukan tak mau menerima kritik. Tapi, ia meminta juga agar semua pihak melihat apa yang disumbangkan lembaganya. "DPR juga telah melahirkan dan mendukung banyak hal, seperti dana untuk KPK yang semula beberapa miliar menjadi Rp 400 miliar. Kami memang membuat panggung buat Polri, kalau iya kenapa? DPR juga punya rakyat," ujar Fahri.
Fahri tidak mempermasalahkan jika RDP bersama Polri disebut dagelan. Yang pasti, kata dia, pihaknya hanya ingin melembagakan itikad baik demi penyelesaikan kasus Cicak Vs Buaya.
Sebaliknya, anggota Komisi III asal Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul meminta maaf jika dianggap kurang mencecar Polri. "Saya tidak terkesima dengan tangisan Susno. Semalam saya sudah meminta Kapolri untuk menjadikan Susno tersangka kalau Bibit-Chandra bebas. Tapi kalau saya yang vokal terus kan tidak enak, saya kan masih anak baru," Ruhut berdalih. (Andhini)
Dalam diskusi bertema Solusi kisruh KPK, polisi dan Century pascarekaman diperdengarkan, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (6/11), anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah mengaku memahami kekecewaan dan kemarahan wartawan. Tapi, Komisi III telah menekan dua institusi tersebut. "Kemarahan teman-teman kemarahan saya juga. Kami telah berikan pengawasan yang kuat," kata Fahri.
Fahri mengaku bukan tak mau menerima kritik. Tapi, ia meminta juga agar semua pihak melihat apa yang disumbangkan lembaganya. "DPR juga telah melahirkan dan mendukung banyak hal, seperti dana untuk KPK yang semula beberapa miliar menjadi Rp 400 miliar. Kami memang membuat panggung buat Polri, kalau iya kenapa? DPR juga punya rakyat," ujar Fahri.
Fahri tidak mempermasalahkan jika RDP bersama Polri disebut dagelan. Yang pasti, kata dia, pihaknya hanya ingin melembagakan itikad baik demi penyelesaikan kasus Cicak Vs Buaya.
Sebaliknya, anggota Komisi III asal Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul meminta maaf jika dianggap kurang mencecar Polri. "Saya tidak terkesima dengan tangisan Susno. Semalam saya sudah meminta Kapolri untuk menjadikan Susno tersangka kalau Bibit-Chandra bebas. Tapi kalau saya yang vokal terus kan tidak enak, saya kan masih anak baru," Ruhut berdalih. (Andhini)